Kamis, 18 November 2010

Ini Dia Ponsel dengan Radiasi Tertinggi!


Radiasi ponsel sering dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker otak. Sebuah riset menampilkan daftar ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi. Apa saja?

Riset yang dilakukan Environmental Working Group (EWG) itu berfokus pada sejumlah ponsel yang tengah naik daun di pasaran Amerika Serikat. Menurut daftar rating radiasi ponsel 2010 tersebut, beberapa ponsel yang menyajikan fitur canggih ternyata memiliki emisi radiasi yang tinggi.

Dikutip dari Wirelessandmobilenews, Senin (22/2/2010), EWG menobatkan Blackberry Bold dan Motorola Droid sebagai ponsel yang memiliki tingkat radiasi paling tinggi.

Berikut daftar ponsel beradiasi tinggi yang dilansir EWG :
  1. Blackberry Bold 9700, AT&T, T-Mobile,1.55 W/kg
  2. Motorola Droid, Verizon Wireless, 1.50 W/kg
  3. LG Chocolate Touch (VX8575), Verizon Wireless,1.46 W/kg
  4. HTC Nexus One by Google, T-Mobile, 1.39 W/kg
  5. Apple iPhone 3G S, AT&T, 1.19 W/kg
  6. Samsung Instinct HD (SPH-M850), Sprint,1.16 W/kg
  7. Motorola CLIQ with MOTOBLUR, T-Mobile,1.10 W/kg
  8. Samsung Mythic (SGH-A897), AT&T,1.08 W/kg
  9. Pantech Impact, AT&T, 0.92 W/kg
  10. Motorola Brute i680, Sprint, 0.86 W/kg

Sementara itu daftar ponsel dengan radiasi rendah :
  1. Sanyo Katana II [Kajeet]
  2. Samsung Rugby (SGH-a837) [AT&T]
  3. Blackberry Storm 9530 [Verizon Wireless]
  4. Samsung I8000 Omnia II [Verizon Wireless]
  5. Samsung Propel Pro (SGH-i627) [AT&T]
  6. Samsung SGH-t229 [T-Mobile]
  7. Helio Pantech Ocean [Virgin Mobile]
  8. Sony Ericsson W518a Walkman [AT&T]
  9. Samsung SGH-a137 [AT&T, AT&T GoPhone]
  10. LG Shine II [AT&T]



Ponsel Anda masuk dalam daftar di atas? Ikuti kiat-kiat mengurangi bahaya radiasi ponsel dalam Tips & Trik di detikINET 'Kiat Efektif Kurangi Bahaya Radiasi Ponsel'

Minggu, 07 November 2010

‘Segitiga Bermuda’ Danau Poyang China'


Lebih dari 200 kapal dan perahu lenyap selama 30 tahun

Sejumlah media besar China melaporkan adanya perairan berbahaya di Danau Poyang, danau terbesar di China, Pada 20 Oktober 2010. Danau Poyang dikenal sebagai ‘Segitiga Bermuda di Timur.’
Lebih dari 200 perahu tenggelam di perairan tersebut selama 30 tahun. 1.600 orang dinyatakan hilang dan sekitar 30 korban mengalami sakit mental.
Segitiga Bermuda ini terletak di utara Danau Poyang, Wilayah Duchang, Provinsi Jiangxi. Disebelah utara danau tersebut terdapat kuil yang disebut kuil Laoye. Oleh sebab itu penduduk setempat menyebut perairan itu sebagai perairan kuil Laoye.
Di antara kapal yang hilang di wilayah itu, salah satunya ada yang berbobot 2.000 ton. Peristiwa ini terjadi pada 3 Agustus 1985 bersama 13 kapal dan perahu lain yang mengalami musibah di perairan tersebut. Yang menjadi misteri adalah kapal itu tidak dapat ditemukan meskipun telah dilakukan upaya-upaya pencarian secara maksimal.

Badai Dapat Terjadi Kapan Saja

Menurut sejumlah laporan media, banyak nelayan setempat berdoa dengan membakar dupa atau mengadakan upacara sebelum mereka melakukan perjalanan di perairan itu.
“Badai dapat menghantam setiap saat,” ujar Zhang Xiaojin (50), yang telah menjadi nelayan di perairan kuil Laoye selama 20 tahun. Dia dan nelayan lainnya selalu berhati-hati dengan mengamati setiap perubahan kecil di danau tersebut, seberapapun jauhnya mereka memasuki danau itu.
“Saya teringat, pada suatu hari di musim dingin tahun 2001, kami berada di tengah danau. Awalnya semua terlihat baik-baik saja, namun tiba-tiba cuaca berubah secara mendadak. Gelombang menjadi begitu dahsyat, sehingga seluruh kapal mencoba merapat ke tepi danau,” ujar Wang Fangren, seorang yang telah berpengalaman berlayar selama 50 tahun.
“Salah satu perahu pengangkut pasir tiba-tiba tenggelam.”
Menurut Wang, biasanya terdapat tanda-tanda sebelum badai dahsyat menghantam. Namun badai di perairan kuil Laoye selalu datang tiba-tiba.
“Badai biasanya berlangsung sekitar 20 menit dan normal kembali seolah tidak pernah terjadi apapun,” ujarnya.
Pada 16 April 1945, sebuah kapal Jepang tenggelam di perairan kuil Laoye. Tak satupun dari 20 awaknya selamat.
Setelah itu Jepang mengirim tim penyelamat bawah air. Hanya satu orang yang dapat kembali dan sisanya menghilang tanpa bekas. Orang yang selamat ini terlihat ketakutan, setelah dia menanggalkan pakaian renangnya, dia hilang ingatan.
Kemudian, sebuah misi penyelamatan dilakukan selama beberapa bulan, namun tidak ada apapun yang dapat ditemukan dan beberapa penyelam Amerika-pun juga turut lenyap tanpa bekas.
Han Lixian, salah seorang penduduk kota Duchang mengatakan, “Pada tahun 1977, orang-orang di wilayah ini membangun tiga bendungan, salah satunya dibangun dekat perairan kuil Laoye. Suatu malam bendungan dengan panjang 2.000 kaki, lebar 165 kaki dan dengan ketinggian 16 meter di atas air itu, tenggelam tanpa gemuruh sedikitpun.”

Angin Aneh

Beberapa waktu lalu, seorang wartawan dari Harian Jiangxi pergi ke perairan kuil Laoye bersama sejumlah ilmuwan. Ketika dia berdiri di kuil Laoye, dia merasakan angin kencang bertiup dari arah selatan menuju utara. Namun ketika dia melihat air, percikannya terlihat bertiup dari arah utara ke selatan. Tampaknya angin sedang bertiup dari dua arah yang berlawanan.
Kemudian, ketika angin bertiup kencang, percikan air di danau tidak membentuk garis lurus namun dalam bentuk ‘V’. Angin aneh dan percikan ini membuat sulit bagi nelayan untuk memberi tahu arah

Perahu-Perahu Jungkir-balik Tanpa Terlihat Ombak maupun Angin

Bagaimanapun, orang percaya bahwa angin aneh ini yang membuat perairan ini menjadi berbahaya. Jin, kepala biara kuil Laoye, mengatakan bahwa pada 5 Maret lalu, saat cuaca cerah, sebuah kapal berbobot 1.000 ton, terbalik diperairan tersebut. Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya.
Dalam pandangan peduduk setempat, ada sebuah legenda yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Yuan mengobarkan perang terhadap pesaingnya Chen Youliang dekat danau Poyang, Zhu kalah dan mundur ke tepi danau. Tidak ada perahu di danau itu, namun seekor kura-kura raksasa muncul dan membantu Zhu menyeberangi danau tersebut.
Setelah Zhu menjadi kaisar, dia menjadikan kura-kura sebagai jenderal dan membangun kuil Laoye dekat danau itu untuk mengenang kura-kura tersebut. Penduduk setempat yakin bahwa roh penyu itulah yang telah mengganggu para nelayan.
Seorang pakar setempat mengatakan kepada media bahwa mereka telah menemukan apa yang menyebabkan perairan tersebut berbahaya.
“Sebuah gambar infra merah menunjukkan bahwa terdapat tebing pasir dengan ketinggian sekitar 6.600, melintang dari timur ke barat, di bawah perairan kuil Laoye. Hal inilah yang mengakibatkan terciptanya pusaran air di bawah danau. Pusaran ini sangat memungkinkan menarik dan menenggelamkan kapal dan sejumlah perahu,” ujar laporan tersebut.
Namun, teori ini belum dapat menjelaskan mengapa bangkai-bangkai kapal yang tenggelam tidak pernah ditemukan. (EpochTimes/sua)


sumber: http://erabaru.net/top-news/40-news5/19339-qsegitiga-bermudaq-di-danau-poyang

Kamis, 21 Oktober 2010

Ponsel Bisa Menyebabkan Jerawat dan Bisul

Lebih bahaya lagi kalo dimakan :lol:

Tanpa kita sadari, bakteri berbahaya bisa kita temukan dalam barang-barang yang kita gunakan sehari-hari.

The Sun, menungkapkan tempat teraneh di mana anda bisa menemukan bakteri buruk dan apa yang bisa anda lakukan untuk menjaga diri anda sendiri.


Ponsel

Telepon seluler (ponsel) anda dihuni lebih banyak bakteri daripada dudukan toilet, sol sepatu atau pegangan pintu.

“Kombinasi dari perawatan dan panas dan panas yang ditimbulkan oleh telepon menciptakan sarang utama bagi semua jenis bakteri yang biasanya ditemukan dalam kulit kita,” kata Joanna Verran, profesor mikrobiologi di Manchester Metropolitan University.

Bakteri itu termasuk “staphylococcus aureus,” yang bisa menyebabkan timbulnya jerawat sampai bisul, pneumonia hingga meningitis.

Tas

Bakteri menempel pada tas anda melalui kegiatan sehari-hari anda. Misalnya, menjatuhkannya ke trotoar, meletakkan tas di bawah meja, dan tas anda penuh dengan zat menjijikkan.

Para pakar memperingatkan untuk tidak menaruh tas anda di tempat di mana makanan sedang disiapkan.

Tas anda akan memindahkan bakteri-bakteri dari dasar tas anda, yang mungkin pernah menyentuh lantai, ke tempat makanan.

Bersihkan bagian luar tas anda secara berkala, dan setiap bulan bersihkan kotoran dan sampah yang ada di bagian dalam.

Mobil

Health Protection Agency , memperingatkan, hingga 20 persen kasus infeksi paru-paru bisa disebabkan oleh genangan air dalam botol pencuci kaca mobil anda.

Penelitian menemukan bahwa, hanya sepertiga pengemudi membersihkan mobil mereka lebih dari dua kali dalam satu tahun. Hanya dua persen pengemudi membersihkan mobil mereka setiap minggu.

Sikat Gigi

Virus-virus termasuk flu dan herpes bisa hidup di sikat gigi selama seminggu dan kembali menginfeksi pengguna seperti mengontaminasi apapun yang disentuh sikat gigi. Penemuan itu diungkapkan oleh Dr. Stephen Dunne, konsultan di St. Thomas’s Dental Institute.

British Dental Association, memperingatkan supaya tidak berbagi sikat gigi dengan orang lain. Berbagi sikat gigi bisa meningkatkan risiko infeksi sariawan hingga hepatitis B. Anda harus mengganti sikat gigi anda sebulan sekali.

Make-up

Dr. Susan Blakeney dari College of Optometrists, mengatakan make-up bisa menjadi tempat persembunyian bakteri selama 72 jam. Menurut dia, menggaruk mata merupakan hal yang paling umum dalam menyebabkan luka yang menimbulkan infeksi.

Meninggalkan make-up di samping wastafel juga tidak bagus. Itu bisa menyebabkan infeksi yang muncul dalam kondisi lembab. Buang maskara setelah enam bulan, pembersih muka, alas bedak dan pelembab setelah delapan bulan, bedak dan lipstik atau lipgloss setelah satu tahun. Sementara eye liner dan lip liner setelah 18 bulan.

Pengering Tangan

Pengering tangan terkontaminasi kuman dalam saluran pipa dan saluran udara. Menurut Keith Redway, ahli mikrobiologi di Westminster University, alat ini bisa meningkatkan bakteri 255 persen.

“Bakteri tertiup ke tangan pengguna dan dalam atmosfer karena udara panas tidak cukup untuk membunuh mereka,” kata Redway.

Uang Tunai

Steve Riley, direktur teknis di pakar kebersihan Milton mengatakan tunai disentuh ribuan orang setiap hari dan hampir tidak pernah dibersihkan dengan benar.

“Virus demam dan flu bisa hidup dalam obyek tak bernyawa selama setidaknya 24 jam. MRSA dan C diff (“Clostridium difficile”) bisa bertahan selama berbulan-bulan. Saat seseorang menyentuh hidung mereka, pikirkan mengenai kemiripan dengan mereka menggunakan ATM dalam 24 jam ke depan,” kata Riley.

Selalu mencuci tangan anda sebelum menyentuh wajah anda atau makan.

Shower mandi

Mandi dengan menggunakan “shower” bisa memindahkan bakteri berbahaya ke wajah anda. Para peneliti di University of Colorado menemukan, hampir sepertiga “shower” mandi yang bisa digunakan mengandung kadar Mycobacterium avium, bakteri penyebab penyakit paru-paru.

Tingkat ini 100 kali lebih tinggi dari yang ditemukan dalam persediaan air yang umum dalam rumah tangga.

“Selalu hidupkan “shower” anda 30 detik sebelum menggunakannya,” saran Dr. Ron Cutler, wakil direktur Biomedical Sciences di Queen Mary University, London. [Antara]

Selasa, 12 Oktober 2010

Dahlan Iskan: Karyawan PLN Pintar-pintar dan Lulusan Terbaik


Dikutip dari: http://www.detikfinance.com/read/2010/10/12/175447/1462770/4/dahlan-iskan-karyawan-pln-pintar-pintar-dan-lulusan-terbaik

Jakarta
- Presiden SBY mengundang para petinggi dan direksi 2 BUMN berprestasi yakni PLN dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk jamuan minum teh di Istana Negara. Dirut PLN Dahlan Iskan pun membanggakan para karyawannya yang dinilainya sebagai orang-orang pintar dan merupakan lulusan terbaik.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan, karyawan PLN merupakan orang yang pintar-pintar karena merupakan lulusan terbaik dari berbagai universitas terbaik di Indonesia.

"Delapan bulan saya di PLN, kesimpulan saya siapa saja bisa jadi direktur pertama PLN. Kami lebih cepat reformasi PLN karena orang-orang PLN pintar-pintar dan tahu semua persoalan dan tahu menyelesaikan, hanya memutuskannya yang belum. Dan kami ingat kenapa karyawan PLN pintar-pintar, karena mereka lulusan terbaik dari universitas terbaik di Indonesia," tutur Dahlan dalam jamuan teh di istana negara, Jakarta, Selasa (12/10/2010).

Menurut Dahlan, ide-ide para karyawan PLN sangat luar biasa. Ini membuat pekerjaannya di PLN tidak berat. Saat ini Dahlan mengklaim krisis listrik di Indonesia berangsur pulih, namun permintaan listrik terus naik sehingga ada beberapa tempat yang belum mencukupi suplai listriknya.

"Saat ini di Aceh dan Lombok kapasitas listrik naik masig-masing 10 MW. Mereka sekarang sudah berani membeli alat-alat elektronik sehingga permintaan listrik terus naik dan teman-teman kami di PLN kerja keras untuk memenuhi permintaan tersebut," tambah Dahlan.

Selain itu, Dahlan mengakui PLN sulit untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera bagian tengah khususnya Riau. Namun dirinya berjanji untuk menyelesaikan masalah krisis listrik ini pada 24 Oktober nanti.

"Tanggal 18 kami khusus adakan listrik hanya untuk Pekanbatu. Dalam satu bulan terakhir kami diberikan kesempatan oleh ESDM untuk keliling Indonesia. Kesimpulan kami permintaan listrik akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Kamis fokus untuk mengantisipasi listrik di Sumatera bagian tengah," ucap Dahlan.

Ditambahkan Dahlan wilayah Sumatera bagian tengah kehilangan listrik 350 MW tiap musim kemarau karena PLTA di Danau Singkarak kehabisan air.

Seperti diketahui, PLN dan BRI dianggap sebagai BUMN paling berprestasi oleh Presiden SBY sehingga mendapat kehormatan untuk mengikuti jamuan minum teh khusus di Istana Negara. PLN dianggap berprestasi karena bisa menyelesaikan krisis listrik di Indonesia.

Rabu, 29 September 2010

Memikirkan 1.000 Kematian Sebulan

Dikutip dari http://www.jpnn.com/berita.detail-70717

Di Jawa, PLN perlu 5000 Pasukan Berani Mati.

INI tidak ada hubungannya dengan kenaikan TDL. Baik yang lalu maupun yang konon akan naik lagi Januari tahun depan. Ini soal kebiasaan di PLN yang sudah lebih 30 tahun tidak kunjung berubah: listrik mati dengan alasan sedang dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan trafo maupun jaringan. Jaringan tegangan menengah maupun tegangan rendah.

Padahal di Jakarta saja, setiap hari dilakukan 36 pemeliharaan jaringan di 36 lokasi. Ini berarti dalam sebulan terjadi hampir 1.000 kali pemeliharaan. Ini hanya di Jakarta. Artinya dalam sebulan hampir 1.000 kali pula listrik mati secara "sah" di Jakarta.

Pelanggan tentu tidak lagi peduli kematian itu sah atau tidak. Toh akibatnya sama: daging di kulkas busuk, ikan koi di akuarium mati dan apakah rambut yang tengah disampo di kamar mandi harus dibiarkan kering?

Zaman sudah berubah. Tinggal PLN yang belum berubah di bidang ini. Dulu, 30 tahun lalu, orang masih bisa menerima listrik mati, asal jangan malam hari. Maka pemeliharaan dilakukan siang hari. Antara pukul 08.00 sampai 16.00. Delapan jam. Dulu, belum ada kulkas dan belum ada ikan koi. Kalau listrik mati delapan jam bisa ditinggal ke sawah atau ke pasar.

Dulu, ketika pelanggan masih sedikit, komunikasi masih mudah. Setiap kali dilakukan pemeliharaan PLN masih sempat memberitahu semua pelanggan lewat surat. Lalu diiklankan di koran setempat. Tapi pengumuman seperti itu kini tidak lagi bisa menjangkau seluruh pelanggan. Walhasil pelanggan tidak tahu lagi apakah lampu di rumahnya mati karena pemeliharaan atau mati karena disantet.

Inilah yang membuat citra byar-pet masih belum bisa hilang. Tidak bisa segera berubah menjadi pet-byar. Padahal pemadaman bergilir akibat kekurangan daya listrik sudah tidak terjadi lagi sejak 30 Juni 2010 lalu.

Yang membuat pelanggan juga tidak bisa menerima lagi listrik mati adalah ini: TV swasta. Dulu, 30 tahun lalu, hanya ada TVRI "itu pun pagi hari tidak siaran. Kini acara-acara TV bukan main serunya. Kalau dulu boleh mati lampu asal siang hari, kini tidak mungkin lagi: ibu-ibu sudah banyak yang kecanduan sinetron atau Take Me In.

Maka tidak ada jalan lain: PLN yang harus berubah.

Bisakah kebiasaan selama lebih 30 tahun berubah cepat? Seorang anggota DPR asal Lombok bukan main marahnya. Listrik di rumahnya di Mataram, mati. Berkali-kali dia mengirim SMS yang isinya menunjukkan kemarahannya itu. Dia mengira masih terjadi pemadaman bergilir seperti di masa lalu. Padahal ini keteledoran yang memang tidak bisa diterima: sekring trafo kecil di dekat rumahnya putus. Tidak kunjung diperbaiki.

Begitu marahnya anggota DPR tersebut sehingga saya tidak cukup hanya minta maaf. Saya pun menulis jawaban begini: kalau bapak mengizinkan, karyawan yang tidak segera memperbaiki sekring itu akan saya pecat!

PLN, mau tidak mau memang harus berubah.

Kebiasaan panjang melakukan pemeliharaan sampai mematikan lampu selama delapan jam itu harus diakhiri. Inilah tekad baru seuruh jajaran PLN sekarang ini. Kini rapat-rapat di PLN diisi dengan agenda bagaimana mengubah kebiasaan yang sudah mendarah-mendaging ini. Ini tidak mudah, tapi harus berhasil.

Di mana-mana saya mendiskusikan soal ini sekarang. Saat di Riau misalnya, ada usul bagaimana kalau pemeliharaan dilakukan di hari Minggu. Usul ini kelihatannya masuk akal. Tapi saya masih keberatan. Di hari Minggu pun kini listrik tidak boleh mati. Banyak orang kawin di hari minggu.

Mereka akhirnya menyepakati pemeliharaan dilakukan malam hari, antara jam 23.00 sampai jam 04.00. Setelah para pengantin ditinggalkan para tamunya pulang. Di saat pengantin berangkat ke peraduan inilah petugas PLN mulai berangkat ke lapangan memanjat iang-tiang listrik. Lalu mematikannya. Gelap.

Berarti mereka akan bekerja malam. Tidak apa-apa. Toh masinis kereta api, pilot jurusan antar benua, pegawai percetakan koran, karyawan pembangkit listrik sendiri, semuanya kerja malam. Apa salahnya kalau pegawai PLN bagian pemeliharaan juga bekerja malam.

Tapi ide seperti di Riau itu tidak akan bisa dijalankan di Jakata. Juga di seluruh Jawa. Orang Jakarta sudah terlalu biasa tidur dengan AC. Kalau listrik mati, biar pun jam 00.00 tidak bisa diterima. Mereka bukan lagi pengantin baru. Mereka mengatakan tidak bisa tidur. Ini akan menganggu stabilitas ekonomi keesokan harinya.

Pokoknya lampu tidak boleh mati. Hari apa pun, jam berapa pun. Inilah tantangan yang benar-benar tidak mudah. Tapi harus dilakukan. Kalau pun tidak bisa berubah mendadak, harus ada tahapan-tahapan yang jelas. Harus dicari sistem pemelihataan yang cocok dengan zaman yang sudah berubah ini. Sebagai langkah awal, diputuskan pemeliharaan dilakukan seperti biasa, tapi lampu hanya boleh dimatikan maksimum tiga jam.

Dua hari setelah keputusan itu, saya masih menerima laporan ini: salah satu lokasi di Jakarta masih dilakukan pemeliharaan selama 6 jam! Memang sudah tidak lagi 8 jam, tapi masih belum bisa tiga jam. Inilah salah satu contoh tidak mudahnya perubahan ini. Tapi tidak boleh menyerah. Target harus dicapai. Sudah mulai banyak lokasi yang dipelihara dalam jangka waktu kurang dari tiga jam. Tanggal 30 November 2010 nanti, Jakarta dan seluruh Jawa harus bisa melaksanakan keputusan ini. Dengan segala konsekwensinya.

Bahkan akan ada target berikutnya: bagaimana PLN bisa melakukan pemeliharaan jaringan tanpa mematikan setrumnya sama sekali. Hanya saja, target yang satu ini tidak bisa dilakukan dalam hitungan minggu. Dengan kerja yang luar biasa keras pun mungkin perlu waktu sampai satu tahun. Konsepnya sudah ada: PDKB (Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan).

Untuk bisa melaksanakan konsep ini memang harus disusun perencanaannya. "Yang lebih sistematis dan rapi. Bahkan harus disiapkan orang-orang yang bukan hanya memiliki ketrampilan istimewa, namun juga kejiawaan yang khusus. Inilah yang menyebabkan target yang satu ini tidak boleh dilakukan terburu-buru: harus dicari dulu orang-orang yang memiliki ketrampilan dan kejiwaan tertentu itu, harus dididik dan dilatih, dan harus dilengkapi peralatan anti-setrumnya. Akan ada rekruitmen, pendidikan, latihan, dan menganggaran. Itulah sebabnya dalam angaran tahun 2011 soal ini harus dimasukkan.

Di Jakarta saja mungkin diperlukan 1.000 orang dengan kualifikasi seperti ini. Mereka akan dibagi dalam 200 kelompok/regu, masing-masing lima orang. Se Jawa berarti perlu sekitar 5.000 orang. Alangkah rumitnya rekrutmennya, pendidikannya, pelatihannya dan penyiapan alat-alatnya. Mereka inilah pasukan berani matinya PLN ke depan. Berani melakukan pekerjaan pemeliharaan jaringan ketika jaringan itu dalam keadaan sedang mengalir listriknya.

Zaman sudah berubah. PLN jangan ditinggal!


Dahlan Iskan
CEO PLN